Sabtu, 12 Desember 2015

SAWI BIO ORGANIK JALA SUTRA



 
PEMBENIHAN SAWI 
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus dan hasil akan memuaskan. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebanyak 750-800 gram.

Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman.
Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 75 hari.
Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain.

PENGOLAHAN TANAH.
Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan.
Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta makro dan mikro tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan..
Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20- 40 cm.
Pemberian pupuk kandang fermentasi secukupnya  Pupuk kandang fermentasi diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan. Setelah itu lanjutkan dengan menyemprotkan BIO ORGANIK JALA SUTRA  ketanah secara merata
Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

PEMBIBITAN.

Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman.
Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya.
Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 110 cm dan panjangnya 1 – 3 meter.
Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.
Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di semprot secara merata dengan BIO ORGANIK JALA SUTRA

Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer.
3 – 5 hari benih akan tumbuh semprot dengan BIO OGANIK JALA SUTRA setiap 3-5 hari sekali
Setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.

PENANAMAN.


Bedengan dengan ukuran lebar 110 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah.
Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang secukupnya,  dan kembali lahan di semprot secara merata dengan BIO ORGANIK JALA SUTRA
Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.

PEMELIHARAAN.

Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
Penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.
Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan.
Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan MPK 16/16. 20 kg/ha.
Penyemprotan dengan BIO ORGANIK JALA SUTRA  scr periodik 1 minggu sekali sampai masa panen
 SUKES BUAT ANDA

SELADA BIO ORGANIK JALA SUTRA



Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berumur semusim dan termasuk dalam famili compositae. Selada tumbuh baik di dataran tinggi, pertumbuhan
optimal di lahan subur yang banyak mengandung humus, pasir atau
lumpur.dengan pH tanah 5-6,7  Di dataran rendah kropnya kecil-kecil dan cepat
berbunga. Waktu tanam terbaik pada akhir musim hujan, walaupun demikian dapat
ditanam pada musim kemarau dengan pengairan atau penyiraman yang cukup.
Menurut para vegetarian, manfaat sayur tidak hanya membuat tubuh sehat karena
tidak terjadi timbunan lemak hewan, tetapi juga berkhasiat untuk menghaluskan kulit.

1. Benih
 
Jenis selada yang banyak dibudidayakan :
Selada mentega disebut juga dengan selada bokor atau selada daun, bentuk
kropnya bulat tapi lepas.

Selada (heading lettuce) atau selada korp, bentuk korp bulat dan lonjong,
kropnya padat atau kompak.

Kebutuhan benih + 400 g biji / hektar.

2. Pengolahan Lahan
Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya
dibuat bedengan membujur untuk mendapatkan cahaya penuh.
Lebar bedengan 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai lahan. Jarak antar bedeng
30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit
atau dolomit.

3. Persemaian
Biji dapat langsung ditanam di lapangan, tetapi lebih baik disemaikan.
Sebelumnya, benih direndam dalam air hangat (50ºC) selama satu malam atau
dalam larutan Previcur N ( 0,1 %) selama + 2 jam kemudian dikeringkan.
Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media campuran
tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun
pisang selama 2-3 hari dan diberi naungan/atap


Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan yang
terbuat dari daun pisang/pot plastik dengan media yang sama.

4. Penanaman

Setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki 4-5 helai daun tanaman dapat
dipindahkan ke bedengan yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam
20 x 20 cm atau 25 x 25 cm.

5. pemupukan

3 hari sebelum tanam berikan pupuk kandang 20.000 kg/ha. Dan semprotkan BIO ORGANIK JALA SUTRA secara merata ke tanah.
Pada umur 2 minggu setelah tanam lakukan pemupukan susulan MPK 16/16. 75
kg/ha (15 gr/m2) agar pemberian pupuk lebih merata pupuk MPK diaduk
dengan pupuk BIO ORGANIK JALA SUTRA kemudian diberikan secara larikan disamping
barisan tanaman.
Selanjutnya dapat ditambahkan penyemprotan  pupuk BIO ORGANIK JALA SUTRA pada umur 10 dan 20 hari setelah tanam.

6. Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan tiap hari sampai selada tumbuh normal, kemudian diulang
sesuai kebutuhan. Jika ada tanaman yang mati, segera disulam sebelum tanaman
berumur 15 hari. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan
waktu pemupukan pertama dan kedua.

7. Panen



Selada dapat dipanen setelah berumur + 2 bulan, dengan mencabut batang
tanaman atau memotong pangkal batang. Tanaman yang baik dapat menghasilkan
+ 17-18 ton/ha.

Jumat, 11 Desember 2015


BUKAN DUNIA YANG MEMBUTUHKAN KEDAMAIAN TAPI ORANGLAH YANG MEMBUTUHKANNYA.KETIKA ORANG-ORANG  DI DUNIA INI DAMAI DIDALAM,DUNIA AKAN DAMAI.,

DAN BUKAN SEBERAPA BESAR PENGHASILAN YANG KITA DAPAT UNTUK MENJADI KEBANGGAAN KITA., 
TAPI SEBERAPA BESAR DIRI KITA BERMANFAAT UNTUK SEMUA ORANG, MAKA SECARA OTOMATIS PENGHASILAN ITU AKAN MENGALIR MENGIKUTI  KITA.. 

KEBODOHAN BUKANLH HUKUMAN TETAPI AKIBAT,DARI KESERAKAHAN MANUSIA TERHADAP ALAM YANG HANYA MEMENTINGKAN KEBUTUHAN AKAN KELIMPAHAN HASIL SEHINGGA LUPA AKAN KEBUTUHAN ALAM.,

YANG MEMBUTUHKAN SIKLUS MAHLUK HIDUP DI SETIAP MUSIM SILIH BERGANTI SESUAI DENGAN HABITATNYA DAN AKIBAT KESERAKAHAN MANUSIA TANPA DI SADARI SUDAH MEM BUNUH MIKRO ORGANISME DALAM TANAH,
YANG MESTINYA DI LINDUNGI.,BAHKAN HAMPIR PUNAH SEHINGGA INILAH YANG MENYEBABKAN PERTANIAN,PERKEBUNAN,PERTERNAKAN DAN PERIKANAN TIDAK MENUAI HASIL YANG SEPADAN DENGAN NILAI INFESTASI YG DIKELUARKAN,

MAKA DARI PADA ITU KAMI MENGAJAK SELURUH MASYARAKAT KEMBALI KEPADA SEMBOYAN LELUHUR KITA,
"MENGATAKAN GEMAH RIPAH LOH JHINAWI TOTO TENTREM KERTO RAHARJOTO"

DENGAN CARA MEMPERBAIKI TANAH DARI KERUSAKAN EKOSISTEM,MAHLUK HIDUP, MENGGUNAKAN  NUTRISI "BIO ORGANIK JALA SUTRA & NUTRISI TERNAK  MOUNTOK,SUPAYA MENGURANGI PEMBANTAIAN/PEMBUNUHAN MAHLUK HIDUP SEJENIS SERANGGA,SEMUT,ULAT,TIKUS,WALANG SANGIT DAN LL.
 SEHINGGA UNSUR MIKRO ORGANISME DALAM TANAH KEMBALI SEPERTI SEMULA
MAKA SECARA OTOMATIS SEMBOYAN LELUHUR KITA YANG
MENGATAKAN GEMAH RIPAH LOH JHINAWI TOTO TENTREM KERTO RAHARJOTO BUKANLAH HANYAN SEMBOYAN LAGI..


Minggu, 06 Desember 2015

Tanaman cabe



PEMBIBITAN

Rendam benih cabai di air hangat ( 1 liter ) + 1 tutup Pupuk cair Bio Organik Jalasutra selama 20 -30 menit.
Peram dengan kertas basah sampai berkecambah kemudian masukkan ke poliback pembenihan.



PENYIAPAN MEDIA PEMBENIHAN
1.    Campur 2 bungkus Gliocladium sp + 20 kg pupuk kandang lembut (sudah di saring) / kompos + 10 kg tanah lembut ( sudah disaring ).
2.    Masukkan campuran tersebut ke poliback sebagai media pembenihan, taruh di tempat teduh dan jaga kelembabannya (pemberian Gliocladium dimasukkan untuk pencegahan terhadap jamur fusarium, antraknose dan layu bakteri) selanjutnya masukkan benih yang sudah berkecambah ke poliback tersebut.
3.    Pada usia benih 10 hari semprot dengan Bio Organik JalaSutra dengan dosis 5 tutup/ 10 liter air dan 7 hari sebelum tanam semprot lagi dengan dosis 5 tutup Bio Organik JAlaSutra + 10 liter air.

 

PERSIAPAN BEDENG ATAU LAHAN TANAM
1.    Berikan dolomite sebanyak ¼ kg tiap meter bedeng, dolomite diberikan 10 hari sebelum tutup mulsa, tujuan pemberian dolomite untuk menetralkan PH tanah dan mencukupi kebutuhan Ca dan Mg yang sangat dibutuhkan oleh tanaman cabai, kekurangan Ca akan berakibat : Batang tanaman lemah, mudah patah, tangkai bunga membusuk, buah mudah busuk dan Ca memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan, pembungaan serta pembuahan karena dalam semua proses pembentukan protein dalam tubuh tanaman membutuhkan Ca, sedangkan ;Mg memiliki peran sebagai bahan pembentuk klorofil daun, klorofil daun merupakan dapurnya tanaman dan disinilah proses pemasakan semua zat yang diserap oleh tanaman, kekurangan Mg akan berakibat fatal karena semua proses, mulai pembentukan, pembungaan, dan pembuahan terganggu, tanaman jadi kerdil, bunga sedikit dan buah kecil- kecil.
2.    Berikan pupuk dasar ( N-P-K 16-16-16 ), dengan dosis 40 gr per tanaman, taburkan secara merata di bedengan ( sesuaikan dengan jumlah tanaman perbedengan ),  
      contoh : 1 bedengan berisi100 tanaman berarti jumlah N-P-K yang ditabur dibedengan tersebut, 40 gr x 100 = 4000 gr, atau
4   kg N-P-K berikan 3 hari sebelum tutup mulsa.
3.    Setelah diberi pupuk dasar siram bedengan dengan larutan Bio Organik JAlasutra dengan dosis 1 botol Bio Organik Jalasutra+ 200 liter air ( untuk lahan seluas 1000 m ). Pemberian Bio Organik Jalasutra dimaksudkan untuk menggemburkan lahan, menetralkan Ph, mensuplai kebutuhan pupuk mikro dan mendeposit pupuk makro yang telah diberikan supaya tidak mudah hilang tergerus air, sehingga ketersediaan pupuk makro (N-P-K-Ca-Mg) terjamin. Selanjutnya tutup mulsa, dan lahan siap ditanami.

PEMUPUKAN  





       untuk cabai usia 1 minggu s/d 4 minggu
      Buat larutan induk :
      1 botol Bio Organik Jalasutra (250gr) + 25 Kg NPK + 200 lt Air ( 1 drum ), untuk 10.000 pohon
      Cara Pemupukan :
      1 lt Larutan Induk + 10 lt Air kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Agua ), 
      ini cukup untuk 50 pohon
      Dosis pemupukan diberikan usia 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu

      PENYEMPROTAN 1
      Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 10 tutup Bio Organik Jalasutra + 18 ltr air , semprot pagi hari sebelum pukul 09.00 pagi
      Dosis ini diberikan usia 1 minggu sampai usia 4 minggu.

      PEMUPUKAN  2 
      untuk cabai usia 5 minggu s/d 8 minggu    =>  untuk 4500 pohon
      Buat larutan induk : ¼ botol (250ml) Bio Organik Jalasutra + 50 Kg NPK + 200 lt Air
      Cara pemupukan :
      2 ltr larutan Induk + 10 lt Air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Agua),
      Larutan ini cukup untuk 50 pohon, berikan seminggu sekali

      PENYEMPROTAN  2
      Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 10 tutup Bio Organik JAlasutra + 15 lt Air ( 1 tangki )


 PEMUPUKAN 3  
       untuk cabai usia 9 minggu s/d 20 minggu => untuk 4500 pohon
      Buat larutan induk : ¼  bot0l (250ml) Bio Organik Jalasutra+ 
     75 Kg NPK + 200 liter Air diberikan seminggu sekali.

      Cara Pemupukan :
      2 liter Larutan induk + 10 liter air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml    
     ( 1 gelas Aqua ),  larutan ini cukup untuk 50 pohon.

      PENYEMPROTAN 3
      Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 8 tutup Bio Organik Jalasutra+ 15 liter Air ( 1 tangki ).

s

      habis panen, lakukan penyemprotan ulang. denga Bio Organik Jalasutra agar selalu tumbuh dan terus menerus berbunga dan usia cabe juga akan lebih panjang, secara otomatis bisa berkali-kali panen lebih banyak
     Sukses buat anda.. semoga menjadi petani cabe yg lebih maju