
PEMBENIHAN SAWI
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus dan hasil akan memuaskan. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebanyak 750-800 gram.
Benih
sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras.
Warna kulit benih coklat kehitaman.
Apabila
benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas
benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih
dari 75 hari.
Dan
penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain.
PENGOLAHAN
TANAH.
Pengolahan
tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan.
Tahap-tahap
pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi
udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta makro dan mikro
tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan..
Sedangkan
kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20- 40 cm.
Pemberian
pupuk kandang fermentasi secukupnya Pupuk
kandang fermentasi diberikan saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur
dengan tanah yang akan kita gunakan. Setelah itu lanjutkan dengan menyemprotkan
BIO ORGANIK JALA SUTRA ketanah secara
merata
Bila
daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran.
Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini
dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu
sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2
– 4 minggu sebelum lahan hendak ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah
kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).
PEMBIBITAN.
Pembibitan
dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman.
Karena
lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya.
Sedang
ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 110 cm dan panjangnya 1 – 3 meter.
Curah
hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.
Dua
minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk
kandang lalu di semprot secara merata dengan BIO ORGANIK JALA SUTRA
Cara
melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah
setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer.
3 –
5 hari benih akan tumbuh semprot dengan BIO OGANIK JALA SUTRA setiap 3-5 hari
sekali
Setelah
berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.
PENANAMAN.
Bedengan
dengan ukuran lebar 110 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah.
Tinggi
bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman
dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang secukupnya, dan kembali lahan di semprot secara merata
dengan BIO ORGANIK JALA SUTRA
Sedang
jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
Pilihlah
bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan
ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.
PEMELIHARAAN.
Pertama-tama
yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada
musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan
pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus
menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu
panas penyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
Penjarangan
dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang
tumbuh terlalu rapat.
Penyiangan
biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa pertanaman sawi, disesuaikan dengan
kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1
atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan
bersamaan dengan penyiangan.
Pemupukan
tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu dengan MPK 16/16. 20 kg/ha.
Penyemprotan dengan BIO ORGANIK JALA SUTRA scr periodik 1 minggu sekali sampai masa panenSUKES BUAT ANDA




Tidak ada komentar:
Posting Komentar